Piece of Life Chapter 30 _Semarak Rasa_ Jika gelombang harus menerjang karang untuk bisa mencapai tepian, dan kapal harus memutar haluan untuk bersandar di pelabuhan. Maka aku harus menyeberangi lautan untuk memanen kerinduan. Ada saat memupuk rindu, ada saat memangkasnya melalui temu. Ada saat duniaku sendiri pilu, ada kala semarakContinue Reading

Piece of Life Chapter 29 _Lampu Kuning_ Jika tak ada misi, pemuda kyubi itu akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan bergelung di bawah selimut. Mulai hari itu, ia harus bangun pagi. Mengawali ativitas barunya untuk mempersiapkan diri menjadi hokage baru Konoha. Impiannya sejak kecil. Jam 7.30 Ruang hokage tampak ramaiContinue Reading

Piece of Life Chapter 28 _Found You_ Hari sudah malam saat rombongan Daimyo sampai istana Negara Api. Daimyo cukup terkejut mendapati Naruto sudah berdiri di gerbang bangunan megah itu. “Naruto-san, kau sudah sampai di istana. Ada keperluan mendadak kah?” “Benar, Daimyo-sama.” “Masuklah, kita bisa bicarakan di dalam.” “Haikk…” Naruto membungkukkanContinue Reading

Piece of Life Chapter 27 _Merelakan_ Di pinggir taman yang temaram, tampak dua shinobi Konoha tengah berbicara serius. “Jadi begitu rupanya,…” “Aku sendiri tidak tahu persis alasan Gaara-san mengambil keputusan mendadak itu.” Tangan Naruto mengepal, menahan amarah. Ia merasa telah berkorban banyak untuk kebahagiaan Hinata. Tapi kenyataan yang terjadi sungguhContinue Reading

Piece of Life Chapter 26 -Aurora Rasa- Gerbang Konoha Kotetsu dan Hiko menunduk hormat saat Naruto dan Hinata berjalan bersisian melewat pos penjagaan itu. Keduanya hanya diam tanpa percakapan. Naruto memandang ke depan, arah matahari tenggelam yang terhalang arakan awan. Sementara Hinata hanya menatap jalanan berdebu yang ia lewati, entahContinue Reading

Piece of Life Chapter 25 -Harapan Kedua- Belasan kilometer di bagian tenggara Konoha Naruto kini menapak di rerumputan. Di hadapannya ada hamparan bunga lavender. Matahari yang hampir terbenam terasa sungguh-sungguh dekat dengan matanya, dan ia bisa merasakan hangatnya. Ketika ia melihat ke depan, nafasnya tertahan melihat Hinata yang sedang dudukContinue Reading

Piece of Life Chapter 24 Mugen Tsukuyoi-ha seibutsu “Misi kalian cukup sederhana. Mengumpulkan beberapa tanaman obat yang hanya bisa diperoleh di sekitar perbatasan Kaze-no-kuni. Kalian harus waspada. Menurut data yang sudah diperoleh Ino, dua shinobi medis pernah hilang dengan tugas yang sama di wilayah ini beberapa tahun lalu tanpa adaContinue Reading

Piece of Life Chapter 22 -Beralih Ke Lain Hati- Pagi yang hangat. Tetesan embun di dedaunan membiaskan sinar mentari yang menyeruak di balik bukit. Semarak kicauan burung yang menari – nari di pucuk pohon momiji menambah syahdu suasana. Naruto baru saja menyelesaikan dzikir alma’tsuratnya. Pandangannya kosong menatap air terjun denganContinue Reading

Piece of Life Chapter 22 -Kepingan Rasa- Pandangan Naruto menatap lurus istana Suna yang berdiri megah di tengah gurun pasir yang seakan tak bertepi itu. Meskipun sudah berada di wilayah kazekage sahabatnya itu, ia memilih untuk sholat Ashar beralaskan bebatuan padat. Hingga maghrib dan isya tertunaikan, ia tak lekas memasukiContinue Reading

Piece of Life Chapter 21 -Terbukanya Tirai Hati- Adzan Maghrib bergema memenuhi langit Konoha. Semburat jingga di ufuk barat menyambut kehadiran sang Shinobi legenda. Selepas menunaikan sholat berjamaah, Naruto bergegas menuju Ruang hokage. “Oi, Naruto. Untung kau cepat datang, baru saja aku akan pulang,” “Tumben, masih jam segini sudah mauContinue Reading