Piece of Life Chapter 30 _Semarak Rasa_ Jika gelombang harus menerjang karang untuk bisa mencapai tepian, dan kapal harus memutar haluan untuk bersandar di pelabuhan. Maka aku harus menyeberangi lautan untuk memanen kerinduan. Ada saat memupuk rindu, ada saat memangkasnya melalui temu. Ada saat duniaku sendiri pilu, ada kala semarakContinue Reading

Piece of Life Chapter 27 _Merelakan_ Di pinggir taman yang temaram, tampak dua shinobi Konoha tengah berbicara serius. “Jadi begitu rupanya,…” “Aku sendiri tidak tahu persis alasan Gaara-san mengambil keputusan mendadak itu.” Tangan Naruto mengepal, menahan amarah. Ia merasa telah berkorban banyak untuk kebahagiaan Hinata. Tapi kenyataan yang terjadi sungguhContinue Reading

Piece of Life Chapter 18 _I’m Not Alone_ Angin sejuk menyapa lembut warga Konoha. Cuaca dingin mulai tergantikan dengan kehangatan. Perlahan, lapisan putih salju pun menganak sungai. Kuncup sakura bermunculan, mengawali musim semi tahun ini. “Alhamdulillah, akhirnya bisa pulang kembali,” ucap Naruto menatap gerbang Konoha yang tak jauh di hadapannya.Continue Reading

Piece of Life Chapter 16 _Tsudzukenakereba naranai_ Salju semakin tebal. Dingin yang menusuk tulang tak membuat para shinobi itu bergelung di bawah selimut. Masih banyak yang harus diselesaikan. Karena shinobi adalah orang yang menanggung beban. “Kalian sudah menunggu lama? Gomen, aku harus membantu seekor burung keluar dari sarangnya,” ucap KakashiContinue Reading

Piece of Life Chapter 15 -Kimyona Hatobito- Inryo-ten Tampak Sai, Shika dan Naruto tengah menikmati minuman botol putih ditemani semangkuk udon hangat. Sementara di luar, lapisan putih salju yang tipis mulai menutupi tanah dan tumbuhan. “Alhamdulillah, akhirnya bisa makan enak… itadakimasu…” Naruto langsung menyantap hidangan yang tersaji. “Itadakimasu…” Sai danContinue Reading

Piece of Life Chapter 12 -Tenseigan no hakai- Begitu gerbang menara terbuka akibat ledakan kunai kertas, ratusan boneka menerjang Sai dan Shika. Murid Danzou ini telah menyiapkan pasukan tempurnya dengan chouja giganya. Dua ekor singa, dua ekor burung elang, dan puluhan monster kertas lainnya. Biarpun tidak seekstrim kibaku nendo milikContinue Reading

Piece of Life Chapter 10 -Kizutsukeru- Di bawah siraman sinar rembulan yang membulat sempurna, sekawanan itu melintasi hutan cemara dengan menaiki burung kertas Sai. Suasana terasa senyap. Mendekati puncak pegunungan dimana kuil toneri berada, tiba tiba mereka diserang dengan ratusan burung hitam yang melemparkan kunai berpeledak. Pertempuran tak bisa diindahkan.Continue Reading

Piece of Life Chapter 7 -Akiramenaide Kudasai- Sekawanan itu terus bergerak menyusuri gua yang berhias stalagmit dan stalagtit beraneka ukuran. Suara tetes air memecah keheningan. ‘ Tak ada kelelawar atau hewan lain yang bersarang disini. Aneh,’ batin Sai. Langkah para shinobi itu seketika terhenti. Udara di dalam gua terasa kianContinue Reading

Piece of Life Chapter 6 -Get In The Dark- Sekawanan itu berpencar, berusaha mencari gua genjutsu, jalan pintas menuju bulan. Hinata sudah menggunakan kekuatan byakugannya. Naruto mengaktifkan sage mode. Sai membuat ratusan serangga kecil yang terbang menyebar mengitari bukit. Shikamaru sendiri berusaha menemukan jejak yang mengarah ke gua. Hingga tengahContinue Reading

Piece of Life Chapter 5 -Meet Edo Tensei- Mereka panik. Gadis yang harusnya dijaga justru menghilang. Mode sennin Naruto tak menemukan hasil. Sai berinisiatif membuat ratusan tikus kertas untuk mengidentifikasi keberadaannya. Shika memilih mengamati ruangan yang dipakai Hinata istirahat. “Hmm… tidak ada bekas pertempuran disini. Apa Hinata sengaja pergi sendiri?Continue Reading