Chapter 8 Chichi no Kokoro


Piece of Life
Chapter 8
-Chichi no Kokoro*-

Gerbang Konohagakure

Lima orang penjaga langsung membungkuk hormat setelah memberi salam pada dua lelaki berambut panjang yang baru tiba.
“Hiashi-sama, tuan Neji….” sapa mereka serempak.
“Paman Hiashi terluka. Apakah rumah sakit masih bisa digunakan?” tanya Neji yang masih memapah Hiashi. Pemimpin klan Hyuga itu tampak lemah dengan luka-luka yang tersebar di sekujur tubuhnya.
“Sebagian besar pasien rumah sakit telah dipindahkan ke area pengobatan bunker Konoha Tuan Neji. Serangan meteor masih mengancam Konoha. Saran kami, Anda bisa membawa Hiashi-sama ke basement kantor Hokage, disana ada ruang pengobatan juga,” jawab seorang penjaga.
“Haik. Sankyu…” Neji pun melesat ke arah yang dimaksud. Hiashi harus segera mendapat perawatan.

Dalam waktu sekejap, sepupu Hinata itu telah sampai di depan kantor Hokage. terlihat para shinobi masih sibuk menghalau serangan meteor yang datang setiap saat. Sakura yang melihat kedatangan Hiashi segera membawa lelaki paruh baya itu ke ruang perawatan.
“Tuan Hiashi terkena beberapa luka dalam. Ada aliran cakranya yang terhambat. Aku akan membantu mengobatinya dengan cakra hijauku,” ucap Sakura setelah memeriksa kondisi ayah Hanabi ini.
“Haik. Arigatou Sakura. Aku akan mencari Kou. Jika memungkinkan, biar paman dirawat di manshion Hyuga. Aku pastikan dulu kondisinya disana,” balas Neji.
“Shouka… silahkan Neji-san,” Sakura dibantu seorang perawat mencoba untuk membersihkan luka di tubuh Hiashi. Meskipun terkenal sebagai ninja yang memiliki kekuatan medis, Hiashi ternyata tak mampu mengobati diriya sendiri. itu berarti, serangan yang ia terima pastilah luar biasa.

Kakashi yang mendengar kedatangan Hiashi langsung menemui tokoh penting Konoha itu di ruang perawatan.
“Hiashi-sama, bagaimana keadaanmu?” tanya sang hokage ini setelah memberi salam.
“Alhamdulillah, sudah agak lebih baik. Rokudaime Hokage, ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu, darurat…”
“Hmm… Sepertinya kita tidak bisa membicarakan hal itu disini. Aku akan memindahkan anda ke ruanganku sekarang,” Lantas, ninja peniru ini menggunakan jutsu kerennya. Kamui….

Poffss…

Hiashi kini telah terbaring di sofa di ruangan hokage. Hanya ada mereka berdua di sana.
“Informasi apakah itu, Tuan Hiashi?” tanya sang ninja peniru ini.
“Terkait Hanabi dan serangan meteor ini,”
“Semua berhubungan erat dengan Toneri kan?”
“Benar, dua hari yang lalu aku bersama pengawal diserang boneka Toneri di sekitar hutan Kumogakure. Kami tak sanggup melawan serangannya. Para pengawalku terbunuh dan aku terpaksa meninggalkan arena pertempuran,”
“Apa yang dia inginkan, Tuan Hiashi?”
“Dia memintaku untuk menyerahkan salah satu putriku untuk diambil sepasang mata byakugannya,”
“Buat apa mata byakugan itu?”
“Untuk membangkitkan tenseigan….”
Kakashi yang tahu betul apa itu tenseigan hanya bisa membelalakkan matanya.
“Apa yang ditawarkan otsusuki itu?”
“Dia akan mengamankan seluruh anggota klan Hyuga saat bumi dihancurkan dengan meteor bulan…”
“Hn. Seperti yang kuduga,” Tak hanya memiliki kemampuan ninja, prediksi keturunan hatake ini selalu tepat. “Dan Toneri telah membawa Hanabi ke kuilnya,”
“Aku tahu itu. Dari Neji,”
“Tenang saja Tuan Hiashi. Saya telah meminta Naruto, Sai dan Shikamaru untuk menjemput Hanabi dan menghancurkan tenseigan,”
“Dan Hinata, putriku itu pasti memaksa untuk ikut masuk tim. Dia sangat menyayangi adiknya,” wajah Hiashi menjadi sendu.
“Tak perlu risau Tuan Hiashi. Sebagai gurunya, saya yakin Naruto mampu mengalahkan Toneri dan membawa pulang kedua putri anda dalam keadaan sehat,”
“Aku berharap begitu,”
“Baiklah, sankyu informasinya Tuan Hiashi. Saya akan mengembalikan anda kembali ke bangsal…”
Kamui….

Poffs….

Hiashi kembali ke ruang perawatan. Kini, ia hanya terbaring di ranjang pasien. Di sekelilingnya masih nampak beberapa ninja medis yang merawat warga desa yang sakit akibat terkena pecahan meteor.

Memandang atap ruangan yang putih, mata Hiashi menerawang. Setitik cairan bening bergelayut di pelupuk matanya yang tampak tak berpupil.
‘Gomen, Hinata. Touchan sering membuatmu menangis saat kecil. Tak seharusnya kepergian Hikari menjadikan touchan membencimu. Pulanglah dengan selamat anakku. Bawa kembali Hanabi dalam kondisi selamat,’ batin pemimpin klan bangsawan Konoha ini.

Beberapa saat kemudian, Neji datang menghampirinya. “Paman Hiashi, aku akan membawa paman kembali ke manshion Hyuga. Kami sudah mempersiapkan ruang perawatan yang aman.” Sebagai klan dengan kemampuan medis, Hyuga punya standard sendiri dalam menangani anggota kaln yang terluka. Pengobatan di rumah sakit hanya dilakukan saat kondisi terdesak saja.

“Baiklah, Neji. kita pulang sekarang,” jawab Hiashi.

——-

Sementara itu, Rokudaime Hokage tengah terlibat pembicaraan serius dengan para anbu di tepi hutan Senju Park. Tanpa kemampuan mangekyou saringan karena telah diambil Madara Uchiha, Kakashi tak menyadari ada meteor besar yang tengah melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Saat sinar meteor itu terlihat, sudah tidak ada lagi kesempatan baginya untuk menghindar.

Seorang shinobi yang entah darimana datangnya melesat ke arah meteor itu. Dengan menggunakan kekuatan listriknya, meteor besar itu hancur menjadi serpihan-serpihan kecil yang bertebaran di langit seperti kembang api.

“Kau..” Kakashi kaget.

“Kalau dia sedang tak ada, maka akulah yang akan melindungi desa ini.” ucap pemuda itu.

——–

Siapakah shinobi yang telah menolong sang Rokudaime Hakage?
Simak di chapter berikutnya

Jhaaa…. 🙂

———

*artinya hati seorang ayah (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *