Chapter 6 Get In The Dark


Piece of Life
Chapter 6
-Get In The Dark-

Sekawanan itu berpencar, berusaha mencari gua genjutsu, jalan pintas menuju bulan. Hinata sudah menggunakan kekuatan byakugannya. Naruto mengaktifkan sage mode. Sai membuat ratusan serangga kecil yang terbang menyebar mengitari bukit. Shikamaru sendiri berusaha menemukan jejak yang mengarah ke gua. Hingga tengah hari, usaha mereka belum menunjukkan hasil. Mereka pun berkumpul di pinggir sebuah rawa berkabut tipis.

“Bagaimana, ada yang menemukan keberadaan gua itu?” tanya Naruto. Shika dan Sai menggeleng lemah.
“Aku sudah memeriksa. Ada beberapa titik yang aku tidak bisa menembusnya,” sahut Hinata.
“Mmm…. Naruto, kamu bilang itu gua genjutsu kan!” ucap Shika. Yang ditanya hanya mengangguk. “Berarti gua itu memang tertutup genjutsu khusus, kita tidak bisa menemukannya dengan mata telanjang. Dan setahuku, Sakura yang punya kemampuan untuk mengalahkan semua genjutsu,”
“Kamu benar Shika. Ini gua misteri yang dipenuhi genjutsu. karena Sakura tidak ikut serta dalam misi kali ini, kita harus bisa memecahkan misteri ini sendirian,” timpal Sai.
“Ada yang kita lupakan t-tebayo. Sejak tadi kita hanya mengerahkan fisik untuk menemukan gua itu. Sepertinya kita harus melibatkan kekuatan Allah. Kita sholat dzuhur dulu yuk…” ajak Naruto.

Semua sepakat. Setelah mengambil air wudhu, Naruto memimpin sholat jamaah. Sai telah menyiapkan hamparan karpet kertas sebagai alas sholat.
“Hinata, ikut sholat?”
“Iya…” Hinata ikut mempersiapkan diri di belakang Sai dan Shika.
Selepas menjalankan kewajiban, Naruto meminta teman-temannya untuk melanjutkan tilawah atau sekedar mengulang hafalan surat pilihan. Dia sendiri murajaah Al-Anfal. Hinata memilih Ar-Rohman. Shika mengulang Al-Waqiah. Dan Sai membacakan sebagian At-taubah. Para shinobi Konoha memang tidak hanya dituntut menguasai beragam jurus ninja, tapi juga dibekali dengan pengetahuan agama yang kuat, termasuk hafalan Al-Quran. Mereka berharap, bacaan kitab suci itu bisa membantu mereka untuk segera menemukan gua itu.

—–
Sementara itu, situasi di bumi semakin kritis. Tampak bulan semakin mendekat. Hujan meteor terus berjatuhan. Awalnya berukuran kecil, kian lama bertambah besar. Tidak hanya Konoha, serbuan meteor juga menyerang hampir seluruh desa.

Di Sunagakure, Gaara menggunakan jutsu tembok pasirnya untuk menahan meteor-meteor itu.

Di Konohagakure, ada sebuah meteor berukuran besar yang siap menghancurkan desa. Lee dan para shinobi lainnya membentuk formasi dengan chakra hijau lalu membelah meteor yang memang ukurannya sangat besar itu. Tak hanya membelah, di dalam sana Lee juga menggunakan serangan gerbang keenamnya untuk makin menghancurkan meteor itu. Beruntung, serangan benda langit itu masih bisa mereka atasi.

—–

Hampir satu jam Naruto dan kawan – kawan melantunkan ayat-ayat suci. Tanpa mereka sadari, kabut tipis yang menutupi permukaan rawa semakin memudar. Hingga tampaklah sebuah tugu batu di bawah naungan pepohonan rindang.
Hinata merasakan ada keanehan itu.
“Naruto, lihatlah di seberang disana….” ucapnya sambil menunjuk sebuah lokasi.
Mereka pun serempak mengucapkan tahmid dan takbir.
Terpampang penampakan gua misteri yang dicari.

“Alhamdulillah, itu pasti gua yang kita cari. Ayo kita kesana,” ajak naruto. Dalam sekali lompatan, mereka berempat sudah berada di mulut gua.
“hati-hati, gua genjutsu ini banyak jebakan,” kata Naruto mengingatkan teman-temannya.

Gua itu gelap sekali. Shika mengeluarkan alat penerang darurat dari dalam tassnya. Ia berjalan di depan diikuti Sai dan Hinata. Naruto berada memilih berjalan paling belakang untuk menjaga Hinata, ehh…. mereka semua.

—–

Bagaimana kelanjutan kisah ini?
Akankah Hinata bisa segera menemukan Hanabi?
Dan apa rencana Toneri sebenarnya?

Simak di chapter berikutnya ya….

Ilustrasi dumielauxepices net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *